Monday, June 27, 2011

Kembang Api

Ibu begitu mencintaiku.


Pagi ini ibu bilang ia akan mengajakku melihat kembang api. Kata ibu, kembang api itu semburat warna-warni. Aku tak sabar menanti malam ini. Hingga tubuhku menggigil kelu. Ibu segera menghangatkanku. Ibu memang nomor satu.


Malam ini, ibu membawaku ke taman kota. Aku agak curiga. Taman itu seperti jelaga. Sepi tak ada suara. Terdapat pohon beringin ditengahnya. Ibu memintaku membuka baju. Pasti ini permainan seru. Aku pun menurut meski udara dingin menderu. Lalu ibu mengikatku di pohon beringin itu. Ia bilang aku boleh melihat kembang api ditubuhku. Berwarna biru dan ungu, yang aku dapat tadi pagi saat ibu meletakkanku di atas tungku.


Jadi begini caranya menyambut tahun baru. 


- Dalias Lisdiarum -

You can also read this on Jejakubikel
(Tema : 111 Kata Juni, Beringin)



Tuesday, June 21, 2011

Kelabu

Beranda ini kelabu, sejak hari itu. Kedua anakku tersedu disampingku, dadaku seperti dipalu.Dulu kami kompak, seperti serdadu. Kini kami masih sebuah keluarga. Masih bersama, menunggu suamiku pulang dari bekerja. Di beranda ini. Tapi tak pernah sama lagi.

***

"Aku sangat mencintaimu, Toro"
"Aku tau. Dan aku pun begitu, Mina. Masih mencintaimu"
"Bahkan setelah dua kali kamu menikah lagi"
"Kamu tau alasanku. Tidak ada yang mau menikahi mereka selain aku"
"Aku tidak keberatan. Aku akan melakukan hal yang sama jika jadi kamu"

***

Kedua putriku yang kembar siam segera menyambut Toro. Aku tersenyum dari beranda. Meredam kesedihan. Bagaimanapun Toro adalah pahlawan keluarga. Hanya dia yang mau menikahi kedua anak kami.

- Dalias Lisdiarum- 


You can also read this on Jejakubikel
(Tema : 111 Kata Juni, Toro-Poligami dengan 2 anak)



Thursday, June 9, 2011

Thursday Night

Had nothing to do in thursday night, me and my boarding-house friends (AisyaIrma, and Risya) decided to spend the night at Batu Night Spectacular. It's an amusement park located in Batu. It was freezing, but we had such a good time :)



Saturday, June 4, 2011

Cindy dan Joni

Tidak pernah ada baju yang bagus di lemari sejak aku resmi menikah. Ini semua bukan seleraku. Ah, toh aku berdandan demi pasanganku. Jika ia suka, aku tidak perlu khawatir. Jadi kupakai saja celana dan kemejaku seperti biasa.


"Joni, lama sekali pakai bajunya" ia memanggilku dari ruang duduk, sudah tersedia dua cangkir kopi di meja.
"Aku sudah memikirkannya, Joni. Kita akan mengadopsi anak"
"Tapi kita bisa punya anak sendiri! kamu yang tidak pernah mau"
"Tidak, Joni. Kita tidak bisa"


---


"Kini kamu sudah resmi menjadi pasanganku. Mulai sekarang namamu adalah Joni"
"Apa? panggilan kesayangan untukku kok nama laki-laki, mas?"
"Cindy, aku ini suamimu. Kamu harus nurut sama aku. Aku mau kamu jadi Joni"


- Dalias Lisdiarum -

You can also read this on Jejakubikel
(Tema : 111 Kata Juni, Cindy-22-Waria)



Thursday, June 2, 2011

Belalang, Ilalang, Kau datang


Belalang, ilalang, kau datang.
Di siang terik bunga padi melayang.
Kita berjejakan di tanah tenang.
Membuat cincin dari benang.

Belalang, ilalang, kau hilang.
Di sore mendung menerawang.
Kulemparkan senyum di awang-awang.
Berdoa semoga kau kembali datang.

Belalang, ilalang, kau datang.
Di malam gerimis bertandang.
Kau tak sendirian, apa itu yang mengawang?
Sebilah tajam menggigil di tubuhku yang gamang

Belalang, ilalang, kau selalu datang.
Di pagi pun ketika aku tak membayang.
Kau tertawa bersama seorang pawang.
Mencoba mengusirku dari padang ilalang.

- Dalias Lisdiarum -